Friday, August 12, 2016

Seputar Batok Kepala



Sungguh hari ini perburuanku hampa, ada ide tapi terasa tak menarik untuk diceritakan, kalaupun ku paksakan aku takut hasil perburuanku akan sama dengan nasib sinetron-sinetron yang kejar tayang. Kuantitas tetap terjaga tapi kualitas yah terserah yang nonton.

Thursday, August 11, 2016

Rina (4)



“ Kemarilah, aku tolong bersihkan rok mu dari lumpur, nanti nenekmu lihat dia pasti akan marah besar “. Rina menolongku melepas rok merah hati yang basah dan kotor oleh lumpur. “ Lantas aku pakai apa, masa hanya bercelana dalam? Kalau ada yang lihat bagaimana? “.

Sunday, August 7, 2016

Rina (3)


“Darni cepatlah nanti kita keduluan orang !!”, teriak Rina tanpa menoleh padaku yang sangat letih dan tertinggal jauh di belakangnya. Dalam hati aku sedikit kesal, katanya tadi tempat baru yang mengasyikkan itu sangat dekat. Buktinya matahari kini sudah tinggi, panansnya sampai terasa di puncak ubun-ubun tapi kami belum juga sampai di tempat yang dituju.

Rina (2)


Rina menjadi teman pertamaku di Sekolah Dasar Negeri Inpres Gunung Ekor Lubuk Padang Panjang Timur. Setiap hari kami berjalan kaki ke sekolah. Jarak antara rumahku dan sekolah sekitar 2 km. Pada masa itu kebanyakan anak-anak mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan SMP berjalan kaki ke sekolah.

Rina (1)


“Nanti pulang sekolah kita lewat sawah, aku punya tempat baru yang mengasyikkan“.
Mataku berbinar memandang gadis bermata bulat dengan senyum khasnya yang terkesan dipaksakan "Rina" teman dan sahabat masa kecilku di Padang Panjang Timur Sumatra Barat.